Monday, September 22, 2008

Hubungan antara Makanan dengan Golongan Darah

You are What You eat, itulah pepatah yang cocok. Karena makanan akan mempengaruhi kondisi kesehatan seseorang. Setiap golongan darah ternyata dapat menandai setiap makanan sebagai ‘teman’ atau ‘musuh’. Maksudnya ‘teman’ berarti makanan itu cocok dan baik bagi kesehatan tubuh kita, sedangkan ‘musuh’ itu kebalikannya. Klo gitu, makanan dengan golongan darah ada hubungannya donk???

Jawabannya, IYA. Coba perhatikan orang-orang sekeliling kamu, pasti ada yang bergolongan darah A, B, AB, dan O. Kenapa berbeda-beda ya…?? Perbedaan itu berhubungan dengan toeori evolusi. Kalo melihat sejarah sekitar 50000-25000 tahun Sebelum Masehi, nenek moyang kita memiliki tipe darah yang sama, yaitu O. Mereka adalah para pemburu sejati sehingga maka daging adalah makanan pokoknya. Trus, sekitar tahun 25000-15000 SM, lifestyle manusia berubah dari pemburu menjadi peramu, lalu agraris sehingga muncullah tipe darah A. Kemudian Akibat percampuran dari ras dan terjadinya migrasi dari Afrika ke Eropa, Asia, dan Amerika (jangan lupa Indonesia masuk benua Asia lho….. ), muncullah golongan darah B, sedangkan AB muncul paling terakhir.

Terus, apa donk kaitannya makanan ma golongan darah??

Menurut Dr. Peter J. D’Adamo, ahli naturopasis dari Amerika Serikat, dari hasil risetnya bertahun-tahun menemukan bahwa setiap makanan yang dikonsumsi memiliki reaksi yang berbeda-beda terhadap setiap golongan darah. Semua bahan makanan mengandung protein atau istilah lainnya lektin yang berperan berbeda bagi tiap-tiap sel darah yang sudah deprogram secara genetic untuk menerima atau menolak protein-protein tersebut. Jika protein/lektin yang dikandung suatu makanan tidak sesuai dengan golongan darah, maka lektin tersebut akan menjadi parasit bagi salah satu organ atau system tubuh kita, termasuk pembuluh darah. Sehingga dapat menyebabkan penggumpalan darah.

Diet yang tidak sesuai dengan golongan darah juga dapat menyerang aktivitas sel pada organ-organ tubuh tertentu dan zat gizi menjadi tidak terserap secara baik. Zat makanan yang seharusnya berfungsi sebagai penyumbang nutrisi bagi tubuh, malah cenderung menyebabkan obesitas dan penyakit lain mulai dari system pencernaan, daya tahan tubuh, bahkan metabolisme tubuh secara keseluruhan bias terganggu. Akhirnya penyakit kronis dan degeneratif, seperti hyper kolesterol, tekanan darah rendah dan tinggi, kegemukan dan penurunan berat badan, diabetes mellitus, kanker, jantung, asam urat, radang usus besar, anemia, stress dan depresi sering menghampiri.

Oleh karena itu, setiap golongan darah memiliki kekhasan dalam menerima setiap makanan yang dikonsumsi. Sebagian makanan bermanfaat untuk golongan darah tertentu, tetapi belum bermanfaat bagi golongan darah yang lain.

Dari hasil riset, diperoleh tiga kategori makanan menurut dampaknya bagi tubuh, yaitu bermanfaat, netral, dan merugikan. Kelompok makanan yang bermanfaat memiliki khasiat sebagai obat. Kelompok makanan yang netral tidak merugikan, justru mengandung zat gizi yang bermanfaat untuk keseimbangan konsumsi makanan anda. Namun, hindarilah kelompok makanan yang merugikan karena beraksi sebagai racun..

No comments:

Post a Comment

Terima kasih Atas kunjungan Anda...
Jangan Lupa Berkomentar ya..

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...